Latar Belakang YPK Tjroeng

 

LATAR BELAKANG YPK TJROENG 

Di tahun 2009, Tjroeng, boleh disebut sebagai satu-satunya buletin keroncong di dunia yang merupakan buah karya komunitas Keroncong Cyber (KC) yang paling fenomenal. Komunitas KC sendiri berdiri lebih awal di tahun 2008 melalui sebuah milis group Yahoo pada waktu itu. Melalui iuran swadaya anggota Komunitas KC dan juga atas sumbangan donatur yang peduli keroncong, tjroeng terbit setiap dua bulan sekali. Buletin ini didistribusikan ke seluruh kota besar di pulau Jawa, beberapa kota di luar Jawa Indonesia, bahkan hingga manca negara seperti Malaysia dan Belanda.

Seiring bertambahnya usia tjroeng, lambat laun semakin banyak orang yang tertarik dengan majalah ini. Lalu munculah calon-calon pelanggan yang ingin bisa berlangganan buletin ini secara kontinue. Berkembangnya tjroeng adalah sebuah berita yang baik, namun disisi lain tantangan yang dihadapi oleh pengelola tjroeng juga makin besar. Tjroeng yang pengelolanya adalah sukarelawan, terkadang terpaksa harus terbit tidak tepat waktu karena seringkali para aktifis tjroeng itu dihadapkan pada situasi aktifitas primer mereka, yaitu bekerja, yang begitu padat.

Permasalahan tjroeng di atas dan juga beberapa permasalahan yang seringkali menghambat kegiatan keroncong menjadi titik awal bagi KC untuk berpikir membuat sebuah lembaga legal formal, yang bisa memayungi aktifitas-aktifitas yang memerlukan perangkat tersebut dan aktifitas-aktifitas itu bisa dilakukan dengan lebih profesional. Melalui diskusi yang intens di maling list keroncong@yahoogroups.com tercetuslah ide untuk membuat sebuah yayasan. Yayasan ini berdiri dimaksudkan untuk memperlancar gerak KC dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat melestarikan dan mengembangkan musik keroncong. Melalui proses yang panjang, terpilihlah nama Yayasan Pecinta Keroncong Tjroeng.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial