The Beauty Of Unity In Diversity

Sabtu, 15 November 2008 Kompleks Gereja Tugu yang merupakan Cagar Budaya yang berada di Jl. Raya Tugu, Kelurahan Semper Utara, Jakarta Utara diadakan Festival Kampoeng Toegoe (FKT). Acara terasa menjadi sangat istimewa dengan hadirnya 3 Duta Besar 1 perwakilan dari Negara-negara sahabat. Mereka adalah Duta Besar Portugal Jose Santos Braga, Dubes Mozambik Geraldo Chirinza, dan Dubes Timor Leste Ovidio de Jesus Amaral, dan juga perwakilan dari Negara Brasil. Kehadiran mereka adalah bentuk solidaritas terhadap penduduk kampoeng toegoe yang mayoritas merupakan keturunan portugis.

Pangung besar disiapkan sebagai tempat pementasan kebudayaan Toegoe baik tari-tarian maupun Keroncong Toegoe yang termasyhur itu. Tak negara sahabat itu juga menampilkan kebudayaan mereka masing-masing. Kedubes Portugal menampilkan tarian rakyat yang penuh keceriaan yang dibawakan oleh muda-mudi Kampung Toegoe. Sedangkan Kedubes Timor Leste membawakan tarian daerah Timor Leste yang menggambarkan keberanian. Sementara itu, meski tidak dihadiri langsung oleh Dubes Edmundo Sussumu Fujita yang berhalangan hadir, Kedubes Brasil menyumbangkan peragaan seni bela diri capoeira. Meski memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, tapi disitu letak keindahannya. Seperti saudara jauh yang dipertemukan kembali, suasana meriah dan penuh kekeluargaan tergambar jelas dalam Festival yang juga dihadiri oleh Komunitas Keroncong Cyber (KC) ini. Dalam kesempatan itu, KC yang merupakan tulang punggung tabloid Tjroeng didaulat membawakan 2 buah lagu secara spontanitas. Meskipun dari latar belakang yang berbeda, para personel yang baru pertama kali itu bertemu untuk naik panggung, tetapi penampilan mereka ternyata mendapatkan apresiasi yang cukup tinggi dari hadirin.

Penampilan Keroncong Toegoe di Festival Kampoeng Toegoe 2008
Penampilan Keroncong Toegoe di Festival Kampoeng Toegoe 2008

Pecinta Keroncong sejati tentu tahu siapa itu Keroncong Toegoe (KT), selain mempunyai gaya permainan yang khas dan berbeda dengan Keroncong pada umumnya, tetapi eksistensi mereka patut diacungi jempol. Regenerasi yang berkesinambungan membuat mereka senantiasa eksis di belantika keroncong tanah air. Saat ini, Andre Juan Michiels selaku pimpinan adalah generasi yang ke 10. Konsistensi mereka yang luar biasa hebat ini yang mengantarkan mereka bisa menembus ketatnya protokol istana Negara untuk mengumandangkan keroncong yang dianggap mati suri ini. Berkat konsistensinya pula, dalam buku harian mereka juga tergores catatan pengalaman tampil di mancanegara, yang salah satunya Belanda. Pengalaman-pengalaman yang mengagumkan ini pula yang mungkin menjadi salah satu alasan Keroncong Toegoe terus bertahan, dan bahkan saat ini, sudah terbentuk Keroncong Toegoe Junior (KTJ) yang berarti merupakan generasi ke 11. KTJ juga mampu dengan apik membawakan lagu dalam penampilan mereka. Personel KTJ saat ini adalah Arend Michiels (11) pada biola, Nabila Formees (15) pada cello, Adrian Michiels (9) pada prounga (Cuk), Augusta MH (17) pada mecina (Cak), Revila Formess (16) pada contra bass, George Febrian Adolf M (11) pada gitar, dan Rafeel Formees (7) yang bermain rebana serta Vokalis mereka Angela Julliete Margriette Ermestine Michiels yang merupakan putri dari Saartje Michiels, biduanita KT. Salah satu yang menjadi ciri khas permainan KT selain cara memetik alatnya adalah sebagian besar lagu-lagu yang dibawakan mereka selalu bernuansa ceria. Menggambarkan semarak pesta yang memang menjadi kegemaran bangsa portugis. Salah satunya adalah Lagu “Cafrinho” (baca: kafrinyo) yang pada kesempatan FKT ditampilkan sebagai lagu andalan yang ditampilkan dengan khas, riang dan penuh semangat.

Pada kesempatan yang sama, Dalam acara pembukaan FKT, Pemprov DKI Jakarta yang diwakili oleh Kepala Suku Dinas Kebudayaan DKI Jakara Pinondang Simanjuntak menyumbangkan seperangkat instrumen keroncong baru yang berupa 3 buah Biola, 2 Buah Viola, Mandolin, Acardeon, Bass, Cello, Gitar dan Bass Gitar. Sebagai bentuk keseriusan dalam usaha melestarikan keroncong toegoe sebagai kekayaan budaya. Acara yang berakhir sekitar pukul 15.00 WIB itu diprakarsai diselenggarakan berkat kerjasama Suku Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta dengan Forum Kajian Antropologi Indonesia. (Wied)

Penampilan Keroncong Cyber (Tjroeng) di Festival Kampoeng Toegoe 2008
Penampilan Keroncong Cyber (Tjroeng) di Festival Kampoeng Toegoe 2008
Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial