Geliat Keroncong Surabaya – Festival Keroncong 2008

Minggu, tanggal 23 Nopember 2008, bertempat di Gedung Cak Durasim, Dalam lingkungan Taman Cagar Budaya kebanggaan masyarakat seniman Surabaya berlangsung Festival Keroncong.

Sebuah lagu ‘Krc terkenang kenang’ dialunkan dengan merdunya oleh Bpk. DR. Ir Hari Wardana pejabat dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sebelum bernyanyi beliau menyampaikan ; Kalau bicara perihal gedung yang di cagar budayakan, keroncong harusnya di cagar budayakan, di patent kan karena ini satu satunya didunia

Festival keroncong dibuka dengan sebuah tarian remo, tari selamat datang khas Jawa Timur, kemudian di sambung dengan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ibu Dra. Wiwik Widayati :

Festival ini sebagai salah satu cara untuk menyambung tali seniman keroncong yang muda dan yang tua, satu hal yang pantas kita banggakan adalah bahwa keroncong masih exsis di dunia budaya musik yang banyak dan macam macam coraknya.

Festival ini adalah kegiatan rutin Pemerintah daerah Surabaya, dengan kegiatan ini kita masih punya komitmen, tekat yang bulat melestarikan warisan budaya yaitu keroncong di tengah era globalisasi musik dunia yang serba modern, yang merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah, komunitas keroncong dan tokoh tokoh seniman pada umumnya.

Apa yang kita mulai hari ini dan sebelumnya akan membuahkan hasil dimasa depan. Festival ini melibatkan lebih dari 90 seniman keroncong baik itu pemain maupun penyanyi

Akhirnya saya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berharaf dukungan dari tokoh seniman di Surabaya untuk bersama sama melestarikan aset budaya bangsa ini.

Festival diikuti oleh 9 group keroncong yang berlomba, di tambah group spontanitas yang mengisi jeda saat juri melakukan penilaian bersama para seniman Surabaya.

Disela sela kesibukan festival, Tjroeng berbincang bincang dengan Ibu Ir. Maulisa yang akrap dipanggil bu Itja Kepala bidang ( Kabid ) Kebudayaan dan Pariwisata selaku penyelenggara festival tahun 2008 ini.

Tjroeng : Dalam rangka apa festival ini di lakukan bu ? dan tujuan yang ingin dicapai tentunya

Kabid : Festival ini dilakukan dalam rangka Hari Pahlawan 10 Nopember diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tujuannya untuk melestarikan keroncong sebagai aset budaya bangsa.

Tjroeng : Berapa group yang berlomba dan ada berapa group keroncong di Surabaya ini bu ?

Kabid : Festival ini diikuti 9 Group yang berlomba dan 2 group pendukung acara

Di Surabaya ini sebenarnya ada banyak group keroncong, namun banyak diantara pemain maupun penyanyinya yang berada di dua bahkan tiga group yang berlainan. Kalau yang terdaftar di Surabaya ada kurang lebih 15 group

Tjroeng : Sejauh ini upaya apa yang dilakukan pemerintah daerah terhadap perkembangan keroncong bu ?

Kabid : Upaya itu ada, salah satunya adalah festival ini, namun kamipun menghimbau agar komunitas seniman keroncong tidak tergantung pada Pemda, silahkan berkembang dan bekerjasama dalam pembinaan keroncong, kami akan memfasilitasi.

Beberapa penonton yang di tanya Tjroeng tentang festival ini mengatakan : seharusnya pengikut dapat lebih banyak dari ini pak, tetapi karena tampaknya agak mendadak mengejar kurun waktu peringatan hari pahlawan di bulan Nopember, banyak group yang tidak siap, sehingga kali ini belum maksimal dalam artian hanya group yang siap saja bisa ikut festival.

Peserta lomba dalam festival ini membawakan satu lagu wajib yaitu “ Pahlawan Merdeka “ dan satu lagu pilihan.

OK Canina, membawakan lagu Pahlawan Merdeka dengan inovasi irama, yang tidak sebagaimana ‘pakem’ lagu tersebut pada umumnya, didahului semacam puisi yang bersemangat mengantarkan Canina menjuarai festival ini.

Bisik bisik penonton di belakang Tjroeng, …. iki dudu kroncong … biasa main band band-an arek arek iku ( ah .. ini bukan irama keroncong, biasa main band anak anak itu ) ..

Barangkali demikianlah gambaran pro-kontra tentang perkembangan keroncong, sebagian mengatakan keroncong tetap pada pakem keroncong asli, sebagian lagi harus ada pembaharuan agar berkembang.

Salah seorang juri yang dihubungi Tjroeng, mengatakan penilaian juga didasarkan kepada dinamika musik atau expressive sehingga tampak pesan yang disampaikan dalam irama dan lagu yang dibawakan.

Hasil selengkapnya sebagai berikut :

  1. Juara I : OK Canina
  2. Juara II : OK Mitra Surabaya
  3. Juara III : OK Suara Surabaya
  4. Harapan I : OK Melati Asri
  5. Harapan II : OK Mini Boyo Concours
  6. Harapan III : OK Peni

Tumbuhnya harapan bahwa keroncong tidak akan mati terlihat di dalam festival ini, lebih dari 40% peserta baik pemain maupun penyanyinya adalah kalangan anak muda.

Bahkan sang Juara OK Canina adalah group kawula muda, dan perlu diketahui pula bahwa group Canina ini tidak lain adalah group Keroncong Taman Bungkul ( Tabung ) yang di muat dalam Tjroeng edisi 5, mereka dalam ikatan group adalah Canina.

Para muda perlu dikenalkan dengan keroncong pak, demikian bisikan mas Pras salah seorang pemain dan sekaligus ketua komtas tabung kepada Tjroeng, …… kami yakin kalau keroncong tak akan mati, kami perhatikan kalau malam minggu pengunjung warung ‘Sedap malam’ tempat kami ‘bekerja’ kebanyakan para muda dan mereka dengan penuh perhatian menikmati alunan musik keroncong … memang kalau tidak kenal dari mana mereka akan menyayangi … imbuh Pras dengan yakinnya.

Dengan tidak mengurangi hormat kepada group yang kelompok para sepuh, Satu lagi kelompok yang berani melakukan terobosan diluar irama keroncong yang ‘pakem’ adalah group Mini Boyo Concours, mereka adalah group para muda didampingi oleh pak Sunaryo sebagai pelatihnya, Mini Boyo merebut juara harapan II dan menjadi peserta favorit menurut pilihan penonton. Dan pemain cellonya Antonius adalah salah seorang anggota komunitas keroncong cyber

Saat jeda menunggu hasil penilaian juri, tampil kembali group pendukung acara yang sebenarnya lah para pemain keroncong senior di Surabaya. Bahkan bapak Sidiq Cs yang dikenal sebagai seniman Ludruk Surabaya ikut menyumbangkan suaranya pula.

Dalam kesempatan yang baik ini kami membagikan buletin Tjroeng edisi 5 kepada para peserta festival, serta sebagian tamu VIP yang hadir, tak ketinggalan dewan juri dan bahkan salah seorang juri Festival berjanji akan menulis artikel keroncong disini

( Moen )

Please follow and like us:

One thought on “Geliat Keroncong Surabaya – Festival Keroncong 2008

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial