PULANG KAMPUNG MENGHIBUR SEDULUR

Cuti Bersama di akhir 2007, membawa Orkes Keroncong Talentera yang bermarkas di Ciledug, Banten ke Gunung Kidul, di mana sebagian besar anggota OK Talentera berasal. Dan pada tanggal 25 Desember 2007, bersamaan dengan Parayaan Hari Natal, OK Talentera mendapat kesempatan mengisi acara live-show di radio Komunitas Wiladeg (RKW), Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Jogjakarta di gelombang 107.7 FM.  Kolaborasi antara OK Talentera dengan RKW ditujukan tidak lebih dari sekadar memberikan hiburan bagi masyarakat Wiladeg, di samping ingin memberikan penegasan bahwa putra-putri Karangmojo Gunung Kidul masih terlibat dalam pelestarian dan pengembangan musik keroncong sesampainya mereka merantau di Metropolitan. Bukti bahwa, Metropolitan tidak selamanya mampu mengubah orang daerah melupakan asalnya.

Orkes Keroncong Talentera yang bermarkas di Ciledug, Tangerang ini berdiri tahun pertengahan 2005, dengan personel yang sebagian besar adalah Putra Putri Desa Wiladeg. Ratminingsih (berapa tahun) misalnya salah satu vokalis OK Talentera adalah putri asli Wiladeg, mengaku bahwa selama keikutsertaannya tampil di radio Komunitas Wiladeg mengaku, “Setelah lama di Jakarta, sekali-sekali kami pulang, dan memberikan sedikit yang kami punya kepada tanah leluhur kami. Kami ingin juga menghibur  teman-teman dan saudara kami”

Talentera

Yosafat Karnoto (46 th) sebagai manager OK Talentera saat dihubugi Tjroeng menjelaskan bahwa, nama Talentera diambil dari kata Talenta yang berarti bakat yang dimiliki setiap manusia yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa, sedangkan Lentera yang berarti lampu. Dengan demikian, OK Talentera diharapkan dengan bakat yang dimiliki kita bisa menjadi cahaya yang menerangi ke semua orang, terutama pecinta musik keroncong. Lelaki asal dari Desa Wiladeg, Karangmojo Gunungkidul, Yogyakarta yang sekarang tinggal di Karang Tengah Ciledug Tangerang sangat peduli dengan perkembangan musik keroncong. Komitmen ini yang selalu dinyalakan dalam kelompok, sehingga hal-hal sederhana dilakukan, termasuk salah satunya adalah menghibur saudara-saudara di kampong asalnya. “Bagaimana pun, kami ditempa di desa Wiladeg, bakti kami kepada leluhur kami, ya disalurkan salah satunya melalui pementasan sederhana seperti ini.”

Dan dijelaskan pula bahwa orkes ini telah memiliki website sendiri walaupun masih sederhana yaitu dialamat www.talentera.org, serta sebagian personil ikut bergabung dalam milis keroncong (keroncong@yahoogroups.com) di internet agar bisa melihat perkembangan musik keroncong  dan dapat berinteraksi dengan para pecinta musik keroncong baik di tanah air maupun di seluruh dunia.

Antusiasme warga Desa Wialdeg sendiri sangat besar, setidaknya dari banyaknya pertanyaan baik melalui telepon dan SMS yang dilayangkan ke redaksi Radio Komunitas Wiladeg, dan tidak kalah menarik adalah banyaknya permintaan lagu kepada OK Talentera selama 3 jam tayang di RKW tanggal 25 Desember 2007, sejak jam 20:30 s/d 23:30 wib. Suasana penampilan OK Talentera di Wiladeg semakin meriah, karena selain ditayangkan melalui radio,  juga dihadiri oleh warga sekitar. Bahkan, partisipasi warga Wiladeg sangat tinggi, mereka ikut terlibat menyanyi dengan iringan OK Talentera. Gojeg atau guyon model Wiladeg-an mengiringi pementasan live-show itu.

Guyuran air hujan di luar menambah suasana nikmat pementasan itu. Singkong goreng, kopi panas dan juga wedang ronde menemani para penonton. Bethotan Bas terakhir pada pukul 23:30 masih belum mampu mengusir para penonton dari tempat duduknya. Karena penonton masih terlibat percakapan hangan dengan para pemain musik OK Talentera, sembari menuntaskan remahan singkong goreng serta tetes-tetes terakhir wedang ronde yang terhidang. Semua tahu, lentera dan talenta belumlah padam. (peha)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial