Wayang Kroncong
Sejarah seni pertunjukan wayang kulit ‘klasik’ dan kroncong ‘asli’ telah berhasil dibuat pada malam tanggal 24 April 2010 pada sebuah pentas sederhana di perumahan RC desa Ngringo, Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Pada sejarah pertunjukan wayang telah tumbuh dan banyak berubah dari puluhan abad yang lalu sampai era dalang-dalang masa kini seperti; Ki Manteb Sudarsono, Ki Sukasman, Ki Anom Suroto, Ki Purbo Asmoro, maupun Ki Enthus Susmono, serta para dalang kreatif lainnya.
Keunikan pertunjukan wayang tersebut terletak pada musik pakeliran, yaitu menggunakan musik keroncong ‘asli’. Sepengetahuan penulis belum ada kreator seni yang melibatkan kedua jenis seni tersebut secara bersamaan di dalam sebuah pertunjukan seni. Nilai keunikan kreasi pertunjukan tersebut adalah terletak pada usaha yang dilakukan oleh masing-masing jenis seni penyangga Wayang Keroncong, yaitu kolaborasi antara seni wayang dan keroncong.
Wayang dalam pertunjukan tersebut juga mempunyai keunikan karena masih setia menggunakan aturan-aturan seni pedalangan yang rumit dan ketat, meskipun tidak menggunakan epos cerita Ramayana dan Mahabarata, akan tetapi ceritanya menggunakan lakon relatif baru yaitu Bubak Kawah. Lakon ini telah dipentaskan untuk kali yang kedua, tetapi untuk pertunjukan pertama masih menggunakan gamelan Jawa gaya Surakarta sebagai musiknya.
Dalam sejarah pertunjukan keroncong, para seniman telah berhasil berkreasi menggunakan musik keroncong sebagai musik ‘pengiring’ pertunjukan seperti; komedi stambul, opera, ataupun drama-drama lainnya. Ansambel musik keroncong pun secara variatif telah menggunakan berbagai alat dari yang akustik sampai elektrik. Wayang Kroncong ini sengaja mengusung bezeting/format keroncong ‘asli’ sebagai ansambelnya. Format ini terdiri dari alat-alat keroncong akustik seperti; violin, flute, gitar, cello, bass, cak, dan cuk. Disamping itu juga diperkuat oleh 3 biduan wanita sebagai penguat musikal.
Orkes keroncong Swastika (dan beberapa anggotanya) yang bermitra kreatif dengan dalang Ki (Dr.) Suyanto (dosen pedalangan ISI Surakarta) telah berulangkali melakukan eksperimen secara internal dan berkolaborasi dengan berbagai jenis musik dan seni lain seperti: Calung Banyumas, Kethoprak (Thoprak Pendhapan Teater Gidag Gidig Surakarta), serta teater beberapa teater modern (Teater Works Singapore, Teater Sastra UNS, dll.). Adapun orkes keroncong Swastika pada pertunjukan wayang kroncong tersebut digawangi oleh: Sapto Haryono, Mursito, Sutopo, Muryanto, Agung, Didik, Dwi Astono, serta para penyanyi: Rahma, Yanti, dan Sruti Respati. Penulis dalam hal ini bertindak selaku penata musik wayang kroncong. Perlu diketahui bahwa penata musik mempunyai pendidikan formal sebagai pengrawit dan composer gamelan di ISI Surakarta, disamping itu juga sebagai musisi dan arranger musik keroncong secara otodidak.
Pertunjukan malam itu meskipun digunakan untuk kepentingan acara ritual tradisi nebus kembar mayang dan bubak kawah oleh penanggap, tetapi disaksikan pula oleh berbagai pemerhati seni wayang dan keroncong di kota Solo dan sekitarnya. Wayang pada pentas kali itu masih menggunakan boneka wayang kulit purwa, tetapi tokohnya menyesuaikan lakon yang disajikan. Adapun skenario pertunjukan wayang kroncong (balungan lakon) Bubak Kawah diatur sebagai berikut:
NO. | ADEGAN | KEY | MUSIK |
1. | Jejer Kayangan Suralaya | Dodogan 3 X | Intro in Bes: 3.3.3—akord: 1-4-3-4-1,
lalu pathetan: piul, flute, dan gitar. |
2. | Ajon-ajon Wahyu Jodho | Katresnan… | Akord: 1-3m-4-5, lagu: in Bes 5j23..5j23..34.j32j.12 |
3. | Bedholan Wahyu Jodho | Dodogan 3 X | Akord bes: 1-2m-3m-2m, stop semar |
4. | Dhayohan Buyut Ngringo | Dodogan 3 X | Akord: 1-6-2-5 garap dobel jaran |
5. | Bedhol Jejer | Buka celuk: ilir-ilir pelog in bes | |
6. | Wahyu Jodho tumuju dukuh Sidadadi | Ya Prakanca in bes | |
7. | Gladhagan dhalang Kandhabuwana | Akord in G, slendro: 1-2m-3m-2 | |
8. | Budhalan dhalang Kandhabuwana | Tanjung Perak in G, sambung 1-2m-3m-2 garap dobel jaran | |
9. | Begalan Kawahmaya | In G [!656 5!65 3!@! @656] | |
10. | Keluarga Hartono | Sholawat in G j.5j35 !j@#5j6! 5 | |
11. | Manjing Panti Pambubakan | Akord in G, slendro: 1-2m-3m-2,
[3111 1111] |
|
12. | Bubakan | Pikantuk usadane wardaya | Tombo ati > awas sirepan (nada sesuai penyanyi) |
13. | Ajon-ajon Kyai Sarayajati | Timbalan Kyai Saranajati | Akord in G, slendro: 1-2m-3m-2, |
14. | Budhalan Ki Sarayajati-begalan Arimaya | Crang-crung (mars) satu nada in G, melodi 3165 | |
15. | Dukuh Sidadadi-Kyai Warsitajati nunggu kembar mayang | Uran-uran dhandhanggula slendro in G, kemungkinan tambahan lagu ‘manasuka’, kondur lg ‘Pamitan’ (nada Am) | |
16. | Dhayohan Ki Sarayajati-nebus kembar mayang-tumuruning wahyu jodho | Akord in Bes, slendro: 1-2m-3m-2, | |
17. | Ki Sarayajati boyong kembar mayang | Crang-crung (mars), sigrak[3!6! 5!65]<bass 3-6-5-6- | |
18. | Keluarga Hartono nampi kembar mayang | Ayo Ngguyu in G j.5j67!j35 j.6j432 | |
19. | Sesanti , tancep kayon | Penutup Swastika |
Secara keseluruhan pertunjukan wayang keroncong belum memenuhi kepuasan para kreator (dalang dan seniman musik keroncong yang terlibat), akan tetapi minimal ‘bola inovasi pembaharuan’ telah digelindingkan. Embrio wayang keroncong tersebut telah menjadi pembicaraan yang hangat di lingkungan seniman di Surakarta, dan mereka siap mengembangkan capaian yang telah diperoleh oleh Wayang Keroncong.
Surakarta, 10 Mei 2010
Danis Sugiyanto
Dosen Karawitan dan Etnomusikologi ISI Surakarta, seniman karawitan dan keroncong bertempat tinggal di kota Solo
BIOGRAFI SINGKAT: DANIS SUGIYANTO
Lahir 2 Maret 1971 di Surakarta, sekarang tinggal di Pondok Baru Permai Blok H no. 19 Gentan, Baki, Sukoharjo. Lulus STSI Surakarta tahun 1995 lalu Pascasarjana UGM pada Program Studi Humaniora, Pengkajian Seni Pertunjukan Fakultas Ilmu Budaya tahun 2003.
Pengalaman kerja:
1 Staf local KBRI Santiago, Chile tahun 1997-2000.
2 Tutor karawitan program Pendidikan Apresiasi Seni (PAS) STSI dan UMS Surakarta tahun 2005-2006.
3 Pengasuh kelompok karawitan Marsudi Renaning Manah (MAREM) kampung Kemlayan Surakarta sejak tahun 2000 sampai sekarang.
4 Dosen ISI Surakarta sejak tahun 2003
Pengalaman seni
4 Mengenal musik Barat tahun 1989, lalu belajar intensif musik keroncong sampai sekarang di Orkes Keroncong Swastika Surakarta.
5 Belajar karawitan secara intensif mulai tahun 1990 di STSI Surakarta.
6 Pentas ke luar negeri kali pertama tahun 1994 di Hongkong bersama STSI Surakarta.
7 Mendukung karya Rahayu Supanggah di berbagai kesempatan (rekaman, workshop dan pertunjukan di dalam dan luar negeri) sejak tahun 1997 (Teater Works Singapore “King Lear”, Singapore dan Jepang), 2000 (rekaman CD “Kurmat pada Tradisi”, 2001 (Seminar, Workshop, dan pentas di University of Taipe, Taiwan), 2005 (konser musik “Megalitikum Kwantum”, Jakarta dan Bali), 2005 (konser “The Sound of Beginning”, New York-USA), 2005-2008 (ILG di: New York-USA, Melbourne-Australia, Jakarta, Milano-Italy, Taipe-Taiwan), 2006 (Musik Fashion Show Anne Avantie), 2007 (Musik film “The Detour to Paradise”.
8 Mendukung karya Retno Maruti dan Padnecwara Grup sejak 2002 sampai sekarang, “Calon Arang” di Esplanade, Singapura (2007).
9 Mendukung karya-karya seniman: WS. Rendra, Sardono W. Kusumo (Opera Diponegoro tahun 1995-2009 di Jakarta, Surabaya, Solo, dan New York/Juni 2009), I Wayan Sadra, Slamet Gundana, Dedek Wahyudi, Dedy Luthan, Enthus Susmana, Hajar Satoto, Yayat Suheryatna, Suprapto Suryodarmo, dll.
10 Mencipta karya-karya musik untuk ujian mahasiswa S2 (“Subur” tahun 2003 dan “Arus Sungai dan Peradaban”, 2006), bersama Orkes Kroncong Swastika (“Pasamuan Panggung” 2003, “Conglung” tahun 2005, “Eksperimen kroncong” tahun 2007) dan kelompok Sonoseni Ensamble Surakarta sejak tahun 2000-sekarang (Samangke, Bedhah Dot Com).
Karya Tulis
1 Sumbangan Komponis Gesang Martohartono terhadap Musik Indonesia, tesis UGM 2003.
2 Narasi Bambu Calung, majalah Gong 2002
3 “Conglung”: Keroncong alternative, Taman Budaya Surakarta (2005).
4 “Parade 1000 Bunga”: keroncong eksperimen, Taman Budaya Surakarta (2007).
5 Pendidikan Gamelan di LAPAS Anak Kutoarjo, Majalah Gong edisi…tahun 2009
6 Keroncong dalam perenungan dan pemikiran, majalah Lango, edisi:…tahun 2009
Kontak person:
danissugiyanto@hotmail.com
Hp: 08122605495
Telp:(062 271 7650370)
lestarikan terus budaya indonesia agar tidak diklaim sama negara tetangga